Harapan Besar Indonesia di Asian Games 2026

Oleh: Berry Kurniawan – Dewan Pembina Generasi Muda Indonesia Raya

Olahraga itu unik. Kadang kita menang bukan karena paling kuat, tetapi karena paling siap, paling disiplin, dan paling percaya diri ketika bertanding.

Itulah semangat yang saya lihat menjelang Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.

Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir memberikan pesan yang cukup jelas, prestasi olahraga Indonesia harus dibangun secara serius, tidak bisa hanya mengandalkan persiapan dadakan. Bahkan pemerintah mulai mendorong pola pembinaan dan pelatnas jangka panjang agar atlet tidak hanya dipersiapkan untuk satu pertandingan, tetapi untuk perjalanan prestasi yang lebih panjang.

Kalau kita melihat hasil sebelumnya, optimisme itu sebenarnya punya alasan.

Pada Asian Games 2022, Indonesia berhasil membawa pulang 7 medali emas. Memang, untuk Asian Games 2026 pemerintah menetapkan target awal 4 emas, bukan karena semangat turun, tetapi karena beberapa nomor yang dulu menjadi sumber emas Indonesia kini tidak dipertandingkan. Tiga nomor unggulan Indonesia yang hilang dari program adalah dua nomor running target dan satu nomor perahu naga.

Jadi menurut saya, target 4 emas bukan berarti pemerintah pesimistis. Justru itu target yang realistis berdasarkan nomor pertandingan yang tersedia.

Namun olahraga selalu punya kejutan.Kalau atlet kita mampu tampil di atas prediksi, bukan tidak mungkin emas Indonesia lebih dari target.

Apalagi baru saja melihat modal optimisme dari SEA Games 2025. Indonesia mengoleksi 91 emas, 112 perak, dan 131 perunggu, sekaligus finis di posisi kedua klasemen. Yang menarik, emas Indonesia tidak hanya datang dari cabang-cabang tradisional. Futsal, hoki es, kabaddi, petanque, kano, hingga sejumlah cabang lainnya ikut menunjukkan perkembangan.

Artinya, pembinaan olahraga Indonesia mulai memperlihatkan sesuatu yang menarik: kita punya lebih banyak sumber daya prestasi.

Untuk Asian Games tentu tantangannya jauh lebih berat. Lawannya bukan hanya negara-negara ASEAN, tetapi kekuatan besar Asia seperti China, Jepang, Korea Selatan, India, Iran, Kazakhstan, dan negara-negara kuat lainnya.Karena itu, jangan sampai kita hanya melihat jumlah medali.

Yang paling penting adalah bagaimana atlet dipersiapkan dengan baik, pelatih mendapatkan dukungan, fasilitas memadai, nutrisi terjaga, sport science digunakan, dan kesejahteraan atlet diperhatikan.Menpora Erick Thohir sendiri menyebut beberapa cabang seperti bulu tangkis, angkat besi, dan panjat tebing sebagai tumpuan penting untuk mengejar empat emas. Panjat tebing bahkan memiliki target dua emas dari federasinya, sementara angkat besi membidik satu emas.

Di sinilah menurut saya pesan Presiden Prabowo menjadi penting.Jangan hanya mengejar medali hari ini. Bangun sistem agar atlet Indonesia bisa terus berprestasi 5, 10, bahkan 20 tahun ke depan.Kalau ada atlet yang hari ini belum mendapatkan medali, bukan berarti dia gagal. Bisa jadi dia sedang menjadi bagian dari proses lahirnya juara Indonesia berikutnya.

Dan yang paling menarik, Presiden Prabowo pada pelepasan kontingen Asian Games 2026 juga memberikan motivasi langsung kepada para atlet dan menjanjikan bonus Rp3 miliar bagi peraih medali emas. Tentu bonus bukan satu-satunya alasan seorang atlet bertanding, tetapi penghargaan negara menjadi bentuk apresiasi atas perjuangan mereka.

Saat menang kita ramai memberikan pujian. Saat kalah, jangan buru-buru mencaci. Karena kita tidak pernah tahu berapa tahun latihan, pengorbanan keluarga, cedera, air mata, dan perjuangan yang sudah mereka lewati untuk sampai ke panggung Asia.Semoga semangat olahraga tidak hanya muncul ketika Asian Games, SEA Games, atau Olimpiade berlangsung. Semoga olahraga menjadi bagian dari budaya hidup masyarakat Indonesia.Semoga Indonesia mampu melampaui target, mencetak kejutan, dan membawa pulang prestasi terbaik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *