“Dari Mustahik Jadi Muzakki: Kolaborasi BAZNAS dan Al Ittihadiyah Bangun Masa Depan Umat”

Selasa, 12 Mei 2026 di kantor BAZNAS RI menjadi ruang lahirnya satu gagasan besar tentang masa depan umat. Kolaborasi antara Al Ittihadiyah bersama BAZNAS RI bukan sekadar agenda seremonial, tetapi gerakan nyata untuk mengentaskan “kefakiran dan kekafiran” karena kemiskinan mendekatkan pada jauhnya dengan agama / keyakinan. melalui penguatan LAZ Nasional ; pemberdayaan ekonomi, pendidikan quran, dan pendampingan pemberdayaan masyarakat. Di tengah kondisi ekonomi yang makin menantang, zakat tidak lagi hanya dipandang sebagai ibadah tahunan, tetapi sebagai instrumen perubahan sosial yang mampu mencetak mustahik menjadi muzakki. Dari yang menerima bantuan, tumbuh menjadi orang yang mampu membantu orang lain.

Hari ini banyak masyarakat terjebak dalam tekanan ekonomi, hutang konsumtif, hingga sistem riba yang perlahan melemahkan kehidupan umat. Karena itu, semangat zakat, infak, dan sedekah hadir sebagai solusi yang membangun harapan baru. Sebagaimana pesan dalam Al-Baqarah ayat 275 ; Allah menyerukan untuk meninggalkan riba dan memperkuat jalan keberkahan melalui sedekah dan perdagangan yang halal. Di sinilah BAZNAS hadir di tengah umat, bukan hanya memberi bantuan sesaat, tetapi membangun jalan keluar jangka panjang melalui program ekonomi produktif, pelatihan usaha, pendidikan, dan pembinaan spiritual masyarakat.

Berry Kurniawan, Ketua Barisan Muda Al Ittihadiyah menyampaikan bahwa generasi muda hari ini harus turun langsung ke masyarakat, bukan hanya aktif di media sosial atau diskusi semata. Generasi muda harus hadir menjadi bagian dari solusi umat. Fokus utama kader muda saat ini adalah pemberdayaan masyarakat, membangun kemandirian masyarakat dengan ketahanan keluarga, mendampingi pendidikan generasi masa depan dengan menjaga lingkungan, hingga menguatkan nilai spiritual masyarakat agar lahir generasi yang kuat secara iman dan ekonomi. Karena membangun umat tidak cukup hanya dengan semangat, tetapi juga dengan program nyata yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat bawah.

Sementara itu, Ketua BAZNAS RI, Pak Sodik, menyampaikan bahwa saat ini saatnya semua pihak berlomba dalam kebaikan dengan menghadirkan program-program yang benar-benar memberdayakan masyarakat. Menurut beliau, peran ormas Islam sangat penting dalam membangun peradaban sosial umat. Tantangannya hari ini bukan lagi sekadar siapa yang memiliki massa paling banyak, tetapi siapa yang memiliki kualitas kader terbaik, program paling nyata, dan kelembagaan yang mampu bekerja profesional untuk umat. Ormas yang kuat bukan hanya ramai di acara, tetapi mampu menciptakan perubahan sosial dan ekonomi yang berdampak luas.

Kolaborasi BAZNAS dan Al Ittihadiyah ini menjadi contoh bahwa zakat bisa menjadi kekuatan besar bangsa jika dikelola secara modern, profesional, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat. Ketika generasi muda, ormas islam, lembaga zakat, dan masyarakat bergerak bersama, maka lahir ekosistem kebaikan yang saling menguatkan. Dari masjid lahir pemberdayaan ekonomi, dari desa membangun ketahanan pangan keluarga, dari pendidikan lahir generasi unggul, dan dari zakat lahir masa depan umat yang lebih mandiri, berdaya, dan bermartabat.

terimakasih atas perhatian dari Ketua BAZNAS RI dan jajaran pimpinan, tim BAZNAS RI dan khususnya Pimpinan Al Ittihadiyah ; Agus Wicaksono ( Pimpinan DPP Al Ittihadiyah )

KH Masrur ( Dewan Syuro Al-Ittihadiyah )

Yesi Martaleni ( Sekjen Muslimat Al-Ittihadiyah)

Berry Kurniawan ( Ketua Barisan Muda Al-Ittihadiyah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *