
Garut, 1 Juli 2026 – Di tengah musim kemarau yang mulai dirasakan para petani di kawasan pegunungan Drajat Pass, Kabupaten Garut, Jawa Barat, kepedulian terhadap sektor pertanian kembali ditunjukkan Generasi Muda Indonesia Raya . Kehadirannya di tengah kelompok tani binaan citadesa foundation menjadi bentuk nyata pendampingan dan dukungan moral bagi para petani yang sedang menghadapi tantangan ketersediaan air dan pupuk.
Kondisi kemarau membuat sebagian petani harus bekerja lebih keras menjaga produktivitas lahan. Selain kebutuhan pengairan, persoalan yang paling dirasakan saat ini adalah ketersediaan pupuk yang memadai untuk mempertahankan hasil tanam dan keberlanjutan produksi pertanian. Dalam kunjungan dan dialog bersama petani, Berry Kurniawan menegaskan bahwa petani tidak boleh dibiarkan menghadapi kesulitan sendirian.
“Petani adalah penopang ketahanan pangan bangsa. Ketika musim kemarau datang dan kebutuhan pupuk meningkat, yang dibutuhkan bukan hanya bantuan sesaat, tetapi pendampingan yang berkelanjutan. Kita harus hadir bersama mereka, mendengar keluhan mereka, dan mencari solusi agar produksi pertanian tetap terjaga.”
Pendampingan tersebut dilakukan bersama pengurus kelompok tani citadesa foundation dan tokoh masyarakat setempat. Berry Kurniawan menekankan pentingnya kolaborasi antara komunitas, organisasi kepemudaan, dan berbagai pihak terkait agar kebutuhan dasar petani, terutama pupuk dan sarana produksi pertanian, dapat terpenuhi tepat waktu. Menurutnya, keberhasilan pertanian bukan hanya urusan petani, melainkan urusan masa depan bangsa.
Ketua Kelompok Tani Drajat Pass, Pak Asep, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan. Ia menuturkan bahwa di saat kondisi lahan mulai menantang akibat kemarau, kehadiran pihak yang mau mendampingi dan memberi semangat menjadi energi tersendiri bagi para petani. dan alhamdulillah dari potensi lahan 20 ha, panen kentang 10 ton per 3/4 ha, hasil membanggakan walau segala kekurangan.
“Kami bersyukur ada perhatian dan pendampingan langsung. Petani tidak hanya membutuhkan pupuk, tetapi juga dukungan moral agar tetap yakin bahwa usaha mereka dihargai.
Dalam kesempatan itu, Berry Kurniawan juga mengajak generasi muda untuk lebih dekat dengan dunia pertanian. Ia menilai bahwa desa dan pertanian memiliki potensi besar untuk membangun kemandirian ekonomi nasional. Menurutnya, Indonesia akan semakin kuat apabila pemuda mau terlibat dalam inovasi pertanian, pengelolaan lahan, dan pemberdayaan petani.
“Indonesia yang kuat lahir dari desa yang produktif. Jangan biarkan petani merasa sendiri. Jika pemuda, masyarakat, dan para pemangku kepentingan bersatu mendampingi petani, maka ketahanan pangan akan menjadi kekuatan besar bangsa ini.”
Kegiatan pendampingan di Drajat Pass berlangsung sederhana namun penuh makna. Dialog dilakukan langsung di area pertanian, disertai peninjauan kondisi lahan dan kebutuhan petani menghadapi musim kemarau. Semangat gotong royong yang terbangun menjadi pesan bahwa pertanian membutuhkan perhatian bersama, bukan hanya ketika panen berhasil, tetapi juga ketika petani sedang menghadapi masa-masa sulit.
Dari lereng Drajat Pass Garut, tersampaikan sebuah pesan penting untuk Indonesia: kepedulian kepada petani adalah investasi bagi masa depan bangsa, dan mendampingi mereka di saat sulit adalah wujud nyata cinta kepada negeri.





Leave a Reply