Ibu Yani, Guru yang Menjadi Rumah bagi Mimpi Muridnya

Malam ini setelah sampai rumah pulang dari jakarta ada notif fb ulangahun 7 mei 2026 terkenang sosok guru diwaktu sekolah menengah pertama yang tidak hanya mengajar di depan kelas. Tapi ada seorang guru yang hadir sebagai cahaya bagi masa depan murid-muridnya. Sosok itu adalah Ibu Yani sang pembina pramuka .

Bagi sebagian murid, beliau bukan sekadar guru. Beliau adalah penyemangat, tempat cerita, sekaligus orang yang diam-diam memperjuangkan masa depan anak didiknya tanpa banyak bicara. Dari kegiatan Palang Merah Remaja sampai Praja Muda Karana, beliau selalu hadir mendampingi dengan senyum manis yang menenangkan. dari diri ini seorang pemalu didik menjadi seorang yang kuat dan tangguh didampingi pembina pak nasrudin

Saat latihan sore yang melelahkan, ketika murid-murid mulai capek dan hampir menyerah, beliau selalu berkata dengan penuh semangat,
“ayo semangat… nanti kalau bagus ibu traktir hadiah.”

Kalimat sederhana itu mungkin terdengar biasa, tapi bagi murid-muridnya, itu adalah energi besar yang membuat mereka bertahan dan percaya diri. Beliau bukan hanya memberi motivasi dengan kata-kata, tapi juga dengan tindakan nyata. Saat ada murid yang tidak punya bekal untuk ikut kegiatan, beliau membantu diam-diam. Ketika biaya administrasi kegiatan terasa berat, beliau berusaha mencarikan jalan agar anak didiknya tetap bisa berangkat membawa mimpi.

Dari kegiatan pertolongan pertama dan baris berbaris sampai Palang Merah Remaja dengan jumbara ( jumpa bakti gembira ) daerah hingga jambore pramuka nasional ada peran beliau untuk ikut serta. , banyak langkah murid yang sebenarnya berdiri di atas ketulusan perjuangan beliau. Bahkan setelah kegiatan selesai dan semua pulang, perjuangan itu tidak berhenti. Beliau terus mendukung murid-muridnya mendapatkan beasiswa prestasi agar mereka bisa terus sekolah dan mengejar cita-cita.

Tidak semua pahlawan memakai tanda jasa. Kadang, mereka hanya datang dengan senyum sederhana, suara lembut penuh semangat, dan hati yang tulus memperjuangkan masa depan anak-anaknya.

Suatu kebahagiaan , namun suatu penyesalan dimana beliau menyapa namun belum sempai bertemu .. dan beliau menyimpan sakitnya dan ketikan trakhir yang saya dapatkan sekitar sebulan sebelum beliau dipanggil oleh Allah SWT 28 April 2015 dan kita doakan bersama beliau khusnul khatimah bahagia disurganya

Dan Sebagian murid, nama Ibu Yani akan selalu tinggal dalam ingatan bukan hanya sebagai guru, tetapi sebagai orang yang ikut membangun mimpi dan masa depan anak didiknya…..

jangan lupa jasa seorang guru dan jangan letih jika menjadi guru .. sejatinya membuka cahaya ilmu dan amal, dan bagaimana kita mempersiapkan pulang sebaik baiknya

Salam hormat dari anak didikmu gugus depan ambalan soekarno fatmawati , tunduk, setia dan bekerja.. Rajawali yang punya pabrik baja, baja baja baja !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *