Indonesia–Swiss Perkuat SDM Perdagangan Komoditas Global

Jenewa, 27 Agustus 2026 , Indonesia dan Swiss memperkuat kerja sama ekonomi melalui kemitraan pengembangan sumber daya manusia di sektor perdagangan komoditas global. Kolaborasi tersebut melibatkan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia dan Suissenégoce, asosiasi perdagangan komoditas Swiss.

Kesepakatan ditandatangani di Jenewa pada 20 Agustus 2026, bertepatan dengan momentum 75 tahun hubungan bilateral Indonesia–Swiss. Kerja sama ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha Indonesia agar tidak hanya berperan sebagai produsen komoditas, tetapi juga mampu mengambil posisi lebih strategis dalam rantai perdagangan global.

Pelatihan Bersertifikasi Lima Minggu

Salah satu hasil konkret kemitraan tersebut adalah rencana penyelenggaraan program pendidikan dan pelatihan global commodities trading yang bersertifikasi Suissenégoce.

Program tersebut akan berlangsung selama lima minggu di Jakarta dan dirancang untuk melibatkan pelaku bisnis dari perusahaan swasta maupun BUMN. Materi dan pengalaman yang diberikan diharapkan dapat memperkuat pemahaman pelaku usaha Indonesia mengenai mekanisme perdagangan komoditas internasional.

Ketua Komite Bilateral KADIN Indonesia–Swiss, Francis Wanandi, menjelaskan bahwa program tersebut akan diselenggarakan secara reguler dengan melibatkan praktisi yang memiliki pengalaman langsung dalam perdagangan komoditas dunia.

Belajar dari Pusat Perdagangan Komoditas Dunia

Kerja sama ini juga memanfaatkan keunggulan Swiss sebagai salah satu pusat perdagangan komoditas terbesar dunia.

Menurut KBRI Bern, Suissenégoce menaungi sekitar 215 perusahaan yang bergerak dalam ekosistem perdagangan komoditas. Anggotanya mencakup sektor pertanian, mineral dan logam, serta energi. Swiss memiliki pengalaman panjang dalam perdagangan komoditas internasional dan berperan sebagai salah satu hub utama perdagangan global.

Duta Besar RI untuk Swiss Ngurah Swajaya mengatakan proses penjajakan kerja sama antara Suissenégoce dan KADIN telah berlangsung cukup lama. Menurutnya, kesepakatan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.

Momentum 75 tahun hubungan bilateral Indonesia–Swiss dinilai menjadi kesempatan penting untuk memperluas kerja sama yang tidak hanya berorientasi pada perdagangan barang, tetapi juga peningkatan kapasitas manusia dan jejaring bisnis.

Indonesia Harus Naik Kelas dalam Rantai Nilai Global

Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Bakrie menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM agar Indonesia dapat memainkan peran lebih besar dalam perdagangan komoditas dunia.

Penguasaan pengetahuan mengenai perdagangan global dinilai dapat membantu pelaku usaha memahami aspek perdagangan, jejaring internasional, serta ekosistem pendukung yang diperlukan untuk bersaing di pasar dunia.

Kemitraan ini juga diharapkan membuka kesempatan bagi perusahaan Indonesia untuk membangun hubungan bisnis yang lebih luas dengan mitra internasional.

Bagi Indonesia, penguatan kapasitas tersebut menjadi semakin strategis karena negara memiliki kekayaan komoditas unggulan, mulai dari produk pertanian hingga mineral dan energi. Tantangannya adalah bagaimana kekuatan sebagai negara produsen dapat diikuti dengan kemampuan menguasai aspek perdagangan dan rantai nilai global.

Dari Produsen Menjadi Pemain Global

Kerja sama KADIN Indonesia dan Suissenégoce menunjukkan bahwa penguatan perdagangan tidak cukup hanya dilakukan melalui peningkatan produksi. Kualitas SDM, pengetahuan pasar, jejaring internasional, pembiayaan, dan kemampuan membaca dinamika perdagangan global menjadi bagian penting untuk meningkatkan daya saing.

Kemitraan Indonesia–Swiss di bidang pendidikan dan pelatihan perdagangan komoditas diharapkan menjadi salah satu pintu untuk memperkuat ekosistem tersebut.

Indonesia memiliki komoditasnya. Tantangannya kini adalah meningkatkan kapasitas manusianya agar mampu menjadi pemain yang menentukan dalam perdagangan komoditas dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *